DAILY RAMADHAN

Selama liburan Ramadan tahun ini, aku merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Sejak awal bulan puasa, aku sudah bertekad untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Hari-hariku dimulai lebih awal karena harus bangun sahur bersama keluarga. Meskipun terkadang terasa mengantuk, kebersamaan saat sahur menjadi momen yang sangat berharga bagiku.

Setelah sahur dan salat Subuh, aku biasanya tidak langsung tidur lagi. Aku mencoba membaca Al-Qur’an walaupun hanya beberapa ayat setiap hari. Kegiatan ini membuat hatiku terasa lebih tenang dan damai. Ketika matahari mulai terbit, aku membantu ibu membersihkan rumah atau menyiapkan keperluan untuk berbuka nanti. Liburan kali ini membuatku punya lebih banyak waktu untuk membantu orang tua, dan aku merasa senang bisa sedikit meringankan pekerjaan mereka.

Siang hari terasa cukup panjang karena harus menahan lapar dan haus. Untuk mengisi waktu, aku biasanya menonton video edukatif atau membaca buku cerita. Kadang-kadang aku juga bermain game, tetapi aku berusaha tidak berlebihan agar tetap bisa menjaga waktu dengan baik. Selain itu, aku juga sering tidur siang agar tubuh tetap segar hingga waktu berbuka tiba.

Menjelang sore hari adalah waktu yang paling aku tunggu-tunggu. Aku dan ibu mulai menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Aroma masakan yang harum sering kali membuatku semakin lapar, tetapi aku mencoba untuk tetap sabar. Saat azan Maghrib berkumandang, kami sekeluarga berkumpul di meja makan untuk berbuka bersama. Momen ini terasa sangat hangat dan penuh kebahagiaan.

Setelah berbuka, kami melaksanakan salat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih di masjid dekat rumah. Suasana masjid selama Ramadan terasa sangat ramai dan penuh semangat. Aku juga bertemu dengan teman-teman yang jarang bertemu di hari biasa. Kami sering bercanda ringan setelah salat, tetapi tetap menjaga sikap agar tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.

Di malam hari, aku biasanya mengerjakan tugas sekolah jika ada, atau sekadar mengobrol bersama keluarga. Kadang-kadang kami menonton acara televisi bersama, tetapi tidak sampai larut malam agar bisa bangun sahur keesokan harinya. Ramadan kali ini benar-benar mengajarkanku tentang pentingnya mengatur waktu dan menjaga keseimbangan antara ibadah, istirahat, dan hiburan.

Selain itu, aku juga belajar untuk lebih bersabar dan mengendalikan diri. Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi dan menjaga perkataan. Aku menyadari bahwa Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Liburan Ramadan tahun ini memberikan banyak pengalaman berharga bagiku. Aku merasa lebih dekat dengan keluarga dan lebih memahami makna dari kebersamaan. Semoga kebiasaan baik yang aku lakukan selama Ramadan bisa terus aku pertahankan, bahkan setelah bulan suci ini berakhir.  TAMAT....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kebab monster